MARKET TEA YOU CAN'T IGNORE
EDISI ASIA TENGGARA
Uang. Pasar. Sedikit drama.
● DI RADAR KAMIPlot twist kripto↗ Guncangan broker↗ Pergerakan uang Asia Tenggara
REGULATOR · DRAMA 3/5

Regulator Indonesia Peringatkan Investor: Deepfake AI Dipakai untuk Penipuan Saham

Regulator keuangan Indonesia mengatakan deepfake yang dihasilkan AI bisa memalsukan tokoh publik yang mempromosikan investasi. Penipu juga menyamar sebagai perusahaan resmi dengan janji bebas risiko.

14 Okt · Redaksi Oh Cannot · SUMBER: CNBC INDONESIA
Ilustrasi AI untuk: Regulator Indonesia Peringatkan Investor: Deepfake AI Dipakai untuk Penipuan Saham
Ilustrasi buatan AI
RINGKASNYA

Regulator keuangan Indonesia memperingatkan investor untuk memeriksa legal dan logis sebelum membeli. Video dan suara deepfake, plus institusi resmi palsu, dipakai dalam penipuan saham.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta investor meningkatkan kewaspadaan: penipu kini memakai kecerdasan buatan dan teknologi deepfake untuk menjalankan penipuan saham.

Apa kata regulator

Dalam acara Ring The Bell For Financial Literacy 2026 di gedung Indonesia Stock Exchange pada 14 Oktober 2026, kepala pengawasan perusahaan efek OJK, Edi Broto Suwarno, mengatakan alat deepfake dapat membuat video atau suara palsu yang tampak dan terdengar seperti tokoh publik atau profesional keuangan. Palsu ini seolah-olah merekomendasikan investasi tertentu. Sebagian penipu juga menyamar sebagai lembaga keuangan resmi yang menjanjikan imbal hasil tinggi tanpa risiko.

Edi mengatakan investor harus kritis terhadap tawaran investasi di media sosial dan aplikasi chat. “Legal dan logis,” ujarnya. Artinya, periksa apakah tawaran itu terdaftar secara legal dan apakah imbal hasil yang dijanjikan masuk akal.

Tiga pemeriksaan sebelum berinvestasi

Pejabat OJK tersebut mendesak investor membangun kebiasaan sederhana: verifikasi informasi sebelum mempercayainya, pahami produk sebelum membeli, dan pastikan tujuan sebenarnya dari transaksi sebelum mentransfer uang.

Dia juga memperingatkan orang agar tidak membagikan data pribadi, kata sandi, nomor identifikasi pribadi (PIN), atau kata sandi sekali pakai (OTP). Investasi, katanya, bukan lomba cepat kaya. Hindari membeli saham hanya karena populer di media sosial atau karena takut ketinggalan. Harga naik dan turun, jadi bangun ketahanan dengan tujuan yang jelas, dana darurat, diversifikasi, dan risiko yang sesuai dengan keuangan Anda.

Intinya: Jika tawaran investasi terlihat terlalu mulus atau terlalu bagus, berhenti dan periksa legal dan logis dulu.

Ringkasan ditulis oleh Oh Cannot dari laporan asli CNBC Indonesia. Bukan saran keuangan. Diterjemahkan dari bahasa Inggris dengan AI. Baca versi bahasa Inggris.

Gosip lainnya ↘

Ilustrasi AI: Australia minta masukan soal aturan platform kripto jelang penerapan 2027Regulator ↗

Australia minta masukan soal aturan platform kripto jelang penerapan 2027

Cointelegraph · Ilustrasi AI
Ilustrasi AI: IMF, World Bank ungkap kerangka global untuk penipuan digital: laporan BigGoRegulator ↗

IMF, World Bank ungkap kerangka global untuk penipuan digital: laporan BigGo

BigGo Finance · Ilustrasi AI
Ilustrasi AI: Malaysia memanfaatkan portal penipuan nasional untuk melawan penipuan digitalRegulator ↗

Malaysia memanfaatkan portal penipuan nasional untuk melawan penipuan digital

The Star · Ilustrasi AI
Ilustrasi AI: Polisi bongkar sindikat penipuan di resor Mantin yang terbengkalai — 40 orang ditangkapRegulator ↗

Polisi bongkar sindikat penipuan di resor Mantin yang terbengkalai — 40 orang ditangkap

The Edge Malaysia · Ilustrasi AI