BlueFive dari Abu Dhabi Masuk Indonesia Lewat Majoris Asset Management
BlueFive Capital mengumumkan investasi strategis di Majoris lewat platform yang sesuai prinsip syariah, BlueFive786. Nilai kesepakatan dan rebranding masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investor asal Abu Dhabi, BlueFive Capital, masuk ke Indonesia lewat Majoris Asset Management, mengincar produk sesuai prinsip syariah yang cuma menyumbang 10% dari pasar manajemen aset.
Dana Teluk kembali melirik manajer aset Indonesia.
BlueFive Capital dari Abu Dhabi memilih Majoris Asset Management sebagai pintu masuknya ke Asia Tenggara. Perusahaan itu mengumumkan investasi strategis lewat BlueFive786, platform yang sesuai prinsip syariah.
Kemitraan
CEO Majoris San Verandy Herveranto mengatakan kemitraan ini menggabungkan pengetahuan lokal dengan jaringan internasional BlueFive. CEO BlueFive Hazem Ben-Gacem menyebut Indonesia strategis: ekonomi besar, basis investor domestik yang luas, dan permintaan produk yang memadukan tujuan finansial dengan prinsip syariah. Ia menambahkan, literasi keuangan yang meningkat di kalangan anak muda Indonesia dan permintaan produk yang berfokus pada keberlanjutan membuat pasar ini menarik.
Bagi BlueFive, kesepakatan ini memberi akses langsung ke lebih dari 700.000 klien ritel Majoris dan 50 klien institusional, dengan fokus pada produk pasar uang dan pendapatan tetap. Bagi Majoris, ini membuka pintu ke jaringan investor internasional.
Celah syariah
BlueFive menyoroti bahwa produk yang sesuai prinsip syariah hanya menyumbang sekitar 10% dari pasar manajemen aset Indonesia. Perusahaan itu melihatnya sebagai peluang besar. Nilai transaksi dan rebranding apa pun masih perlu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BlueFive sudah bekerja sama dengan Sriwijaya Capital pada Oktober 2025 untuk memperkuat aliran modal antara Teluk dan Asia Tenggara.
Intinya: investor Teluk sedang berburu manajer aset lokal dengan jangkauan ritel. Persetujuan OJK adalah checkpoint berikutnya sebelum kesepakatan ini benar-benar terwujud.
Ringkasan ditulis oleh Oh Cannot dari laporan asli CNBC Indonesia. Bukan saran keuangan. Diterjemahkan dari bahasa Inggris dengan AI. Baca versi bahasa Inggris.



