ASPI Peringatkan Merchant QRIS yang Dipakai untuk Judi Online Akan Diblokir
Asosiasi pembayaran Indonesia mengatakan akan mencabut akses QRIS dan menonaktifkan perangkat pembayaran bagi merchant yang terbukti memproses transaksi judi online. Peringatan ini menyusul data PPATK yang menunjukkan pergeseran ke deposit QRIS.

Ketua ASPI Santoso mengatakan merchant QRIS yang terbukti menangani judi online akan dicabut QRIS-nya dan perangkat pembayarannya dinonaktifkan. Data PPATK menunjukkan QRIS menyumbang 88,6% dari frekuensi deposit pada Q1 2026.
Asosiasi sistem pembayaran Indonesia bersikap tegas terhadap penyalahgunaan QRIS.
Ketua ASPI Santoso mengatakan pada Selasa (14 Okt 2026) bahwa merchant yang kode QRIS-nya terbukti digunakan untuk judi online akan dicabut akses QRIS-nya dan perangkat pembayarannya dimatikan. Pernyataan itu disampaikan setelah pembukaan ISEF 2026 di Jakarta, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Temuan PPATK
PPATK, unit intelijen keuangan Indonesia, mencatat pergeseran dalam cara deposit judi online dilakukan. Pada 2025, total perputaran judi online turun menjadi Rp286,84 triliun dari Rp359,81 triliun pada 2024.
Tapi komposisi deposit berubah tajam. Sepanjang 2025, QRIS menyumbang sekitar 78,5% dari frekuensi deposit, setara 305,35 juta transaksi dengan nilai nominal Rp19,35 triliun. Transfer bank dan dompet digital bersama-sama menyumbang 21,5%, atau 83,79 juta transaksi senilai Rp16,67 triliun, menurut PPATK.
Pada Q1 2026, pangsa QRIS dalam frekuensi deposit naik menjadi 88,6%, sementara transfer bank berada di 11,4%.
Respons
Santoso menekankan bahwa QRIS dimaksudkan untuk mendukung ekonomi dan transaksi pelanggan, bukan judi online. Dia mengatakan ASPI akan berkoordinasi dengan anggota dan PPATK, dan akan mengambil tindakan tegas jika ada bukti.
Intinya: Asosiasi pembayaran Indonesia mengatakan penyalahgunaan QRIS untuk judi online akan memicu pemblokiran dan pencabutan.
Ringkasan ditulis oleh Oh Cannot dari laporan asli CNBC Indonesia. Bukan saran keuangan. Diterjemahkan dari bahasa Inggris dengan AI. Baca versi bahasa Inggris.



